anak laki-laki saya sendiri yang bernama M,ROBIUL NUR KHAKIM adikku yang bernama ANISYA NUR ANZANI.
bapakku........dengan memakai baju kemeja, celana pendek......
tak lupa dengan menghisap rokok surya 12..........
beliau menasehatiku sampai hingga kini aku tak bisa melupakannya.......
karena itulah aku memberanikan diri untuk menceritakannya.......
walau sebuah tulisan yang biasanya dipandang orang sebelah mata.....tapi aku tetap mencurahkannya....
tepatnya habis dzuhur di sebuah gubuk yang bergenting jerami atau daun alang-alang.....
dengan tiang bambu yang hampir rapuh.......
beliau memberi saya uang lima puluh ribu buat tambahan uang jajan dikampus UIN Sunan Ampel Surabaya
dengan herannya seorang aku, beliau bapakku padahal lulusan SMP tapi intelektualnya begitu mengerikan bagaikan pisau yang membelah pohon jati......
bapakku berkata "kamu kapan lulus kuliah"
aku menjawabnya " insya allah kurang satu tahun lagi"
bapak berkata lagi " kira-kira langsung kerja apa mau melanjutkan ke S2"
aku menjawabnya " isya allah kerja dulu sampai pembukaan pendafataran S2 atau kalau bisa ambil beaya siswa"
lagi-lagi baoak berkata " kejarlah cita-citamu, bila kamu bisa jangan kamu yang mencari uang tapi kamu lah yang dicari uang.......
yang paling enak adalah bekerja sama allah.....
aku shok dan bingung......
apa maksudnya bapak.....aku diam tanpa berkata........
bapak melanjutkan pembicaraanya.....
bila kamu melupakan nikmat yang diberikan allah, kamu termasuk kufur nikmat, uang yang aku beri jangan dilihat nominalnya......tapi syukuri atas pemberiaanya GUSTI....
sebenarnya aku tadi tidak punya uang sama sekali tapi tak disangka ada pak MAIL(teman bapak Angkatan Laut) yang kemarin memberinya, padahal kalau menurut logika pak mail tidak akan datang kerumah karena di surabaya hujan deras.....ya ginilah LEE rahman rohimnya Allah SWT sampai aku tidak bisa mengucap alkhamdulillah karena betapa sayangnya betapa pedulinya dengan aku....padahal aku masih banyak kesalahan banyak waktu yang aku sia-siakan....
tapi pesenku LEE......,,,,, kamu jangan lupa sedetik pun sama yang mengasihi kamu nyawa.....
ingatlah sesungguhnya menjadi arif, makrifat, auliya',dll itu sangat sulit tapi kerjakan lakukan apa yang pernah dikrjakan dilakukan orang-orang arif, makrifat, auliya, dll. itu sama aja kamu sudah menjadi orang makrifat atau menjadi INGSUN E GUSTI (kekasihnya allah)
aku bertanya.......:::apakah bapak merasa resah susah merawat orang yang kakinya patah, kemudian tiap harinya memandikannya, padahal itu bukan saudara kandung melainkan saudara KETEMU GEDE.......???????
BAPAK MENJAWABNYA : " kalau kamu tau LEE, itu sama saja aku dapat tamparan dari GUSTI.....sudah tau ada orang sakit yang tidak bisa jalan perlu bantuanku.......ya gunakanlah LEE sisa-sisa hidup ini dalam kebaikan.
aku bertanya lagi ....: terus kesehariannya untuk makan buat dia dan keluarga bagamana PAK????
BAPAK menjawabnya lagi.....: kamu jangan bingung LEE, gusti rahman rohim LEE....coba kamu tafakuri ........bapak tidak kerja, tapi bisa menolong orang, menyekolahkan adikmu, mengkuliahkan kamu.....
kalau bukan karena rahman rahimnya allah SWT terus rahman rahimnya siapa....??????
jangan merasa susah resah dalam mengerjakan apa pun,,, kerjakan dengan ikhlas......allah yang menilainya.....
bukan manusia......
belum tentu menurut orang salah tapi menurut GUSTI>>>>>>??????
makanya LEE bisakan dengan mendekatkan diri kepada GUSTI............
andai kamu tau LEE kamu dikasih mata, telinga, pikiran, hati.....
terus kamu bisa menyusukurinya dan kamu buat kebaikan, tak akan ada rasa susah resah,,,.....
senang dan bungahkan hatimu.....
permasalah yang berat bukan di manusia....tapi permasalah yang berat dan besar ada dalam dirimu sendiri yang sering melupakan nikmat dari GUSTI.....
rasakan apa yang ada disekitarmu, buang jauh-jauh dari sifat hasut....
belum tentu orang yang kamu bicarakan itu salah.....tapi terjuni orang yang kamu bicarakan,,,,,biar kamu tau salah benarnya orang itu......
kalau kamu sudah tau salahnya tutup mulutmu jangan malah kamu bicarakan ke orang lain...itu aib.....kembalikan ke dirimu andai itu aib kamu kemudian dibicarakan ke orang lain bagaimana perasaanmu....
berdiam dirilah LEE, jangan berbicara kalau itu tidak penting......berdiam diri dalam artian berdzikir bukan berdiam diri seperti batu.........
""""""tak lama kemudian bapak mendapatkan telepon dari temannya...."""
bapak langsung memutuskan pembicaraanya.......padahal aku masih haus dengan nasihat-nasihat bapakku.....
sungguh begitu kuatnya dengan ujian cobaan yang diberikan ALLAH SWT......



0 komentar:
Posting Komentar