twitter
googleplus
facebook

DAKWAH BIL-RIHLA


NAMA             : M.ROBIUL NUR KHAKIM
NIM                : B01211017
JURS.              : KPI/RETORIKA
TUGAS            : RESUME DAKWAH BIL-RIHLA

 





MUKADDIMAH
Islam di Indonesia bagaikan dua sisi uang logam, keduanya tidak bisa dipisahkan tapi harus dibedakan. Pada saat ini islam di indonesia di permukaan bumi hampir 2 miliar orang. Dengan itu, berarti sekitar 15% dari muslim sedunia adalah Warga Neraga Indonesia yang berfilsafat pancasila. Dengan ketentuan tersebut, jika saat ini jumlah WNI sebanyak 237 jiwa, dengan 88% beragama Islam. Atas dasar informasi tersebut, bila mereka harus menunggu haji dengan kurun waktu selama 9 tahun, maka calon jumlah jamaah haji yang terdaftar dalam status waiting list (daftar tunggu). Berkaitan dengan masalah tersebut, supaya umat Islam di Indonesia bisa dengan segera melaksanakan semua rukun Islam secara sempurna. Salah satu solusinya adalah perlu kajian ulang (revisi).
A.    Dasar Pilar Islam
Tentang rumusan rukun Islam yang dimaksud yaitu syahadat, Salat, Puasa, Zakat dan Haji bahwa umat islam harus mengucapkan kalimat syahadat (pengakuan tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah), melaksanakan ibadah salat, mengeluarkan zakat, menunaikan manasik haji ke Baitullah dan melakukan puasa Ramadhan.
Dalam rumusan tersebut, ada dua pilar yang perlu dikaji ulang, karena berkaitan dengan alih bahasa ke bahasa Indonesia yang baku, yaitu kalimat “wa iitaail zakah dan wa hijjul-bayt”. Kalimat wa iitaail zakah tersebut mengandung makna khudz min amwaalihim shadaqah (QS. al.Taubah, 9:103), demikian pula kalimat wa hijjul-bayt itu (QS. Ali Imran, 9:97). Kedua kalimat ini perlu terjemahan baru dalam bahasa indonesia yaitu “Keharusan bersadakah dan mengunjungi baitullah atau tawaf di Kakbah”. Atas dasaran tersebut msks rumusan secara singkat adalah Syahadat,  Salat, Zakat berubah menjadi Sadakah, haji/umrah berubah menjadi Safari/Tawaf dan Syiam/puasa.


RUMUSAN RUKUN ISLAM
NO.
QAUL ULAMA
QAUL NABI
QAUL SHEH
1
Syahadat
Sahaadatain
Syahadat
2
Salat
Iqaamil-Shalah
Salat
3
Puasa
Itaail-Zakah
Sadakah
4
Zakat
Hijjul-Bayt
Safari/Tawaf
5
Haji
Shawma Ramadhan
Siyam

B.     Zakat dan Sadakah
Istilah sadakah makna lebih luas dari pada zakat karena sadakah bisa dilaksanakan setiap saat dan setiap hari sepanjang tahun. Orang miskin bisa saja bersadakah kepada orang yang kaya, namanya adalah hadiah. Salah satu contohnya ketika bupati atau wali kota punya hajat menikahkan anaknya, saat resepsi pernikahan dia mengundang lurah atau kepala desa dan para karyawan, kemudian para undangan memberika hadiah.
C.    Haji dan Tawaf
Istilah makna Tawaf sangat luas dari pada haji. Tawaf adalah mengeliling Kakbah sebanyak 7 kali, maka pengguna istilah Tawaf lebih luas dari istilah Haji dalam rumusan rukun Islam.
D.    Umrah Ramadhan
Bila para ulama dan umara sepakat dengan revisi perumusan rukun islam tersebut, maka umat islam yang ingin menyempurnakan rukun islam, tidak terikat lagi dengan rumusan istilah Haji yang wajib wukuf di Arafah.
E.     Musafir Laillah
Para jamaah haji yang selama ini pernah ke tanah suci, status mereka itu adalah musafir di Arab Saudi.







ISLAMISASI MISI SEMUA NABI
Nabi muhammad SAW mengemban tugas suci sebagai rasulullah tercatat dalam sejarah selama 23 tahun, 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinnah. Beliau sukse menyampaikan ajaran islam di wilayah Arab dan sekitarnya.
Sejara Islamisasi, Islamisasi adalah yang dilakukan umat islam sepanjang zaman di perbagai tempat, dengan menggunakan berbagai macam cara yang dibenarkan aturan di tengah masyarakat tujuannya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kepribadian kaum muslimin.
Kesamaan ajaran beberapa agama tersebut, sebuah indikasi yang bisa dijadikan fakta bahwa benar adanya ajaran islam yang bersifat lokal dan nasional yang telah diajarkan para nabi dan rasul yang dilahirkan di berbagai wilayah di permukaan bumi sebelum Nabi Muhammad SAW di Mekkah pada 571 M. (53 SM).
Adapun perbedaan yang tampak adalah dalam hal akidah dan tata cara ritulnya kepada Allah SWT. Ritual ibadah salat yang disyariatkan islam lebih sempurna dibandingkan dengan cara ritual agama yang lainnya.

METODE DAKWAH RASULLAH
Tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang diemban Nabi Muhammad SAW sebagai nabi global, lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan tugas para nabi dan rasul sebelumnya. Metode dakwah yang dilakukan nabi Muhammad SAW antara lain dakwah bil-hikmah (baca QS. al-Nahl, 16:125), dalam perjalanan 23 tahun nabi Muhammad SAW mengemban amanat islamisasi di tengah masyarakat Arab, beliau sudah melakukan berbagai macam metode dakwah yaitu dakwah bil hikmah, dakwah bil lisan, dakwah bil hijrah, dakwah bil yad, dakwah bil qalam dll.

PERJALANAN HAJI NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad setelah menempuh perjalanan jauh dari mekkah ke madinnah, setelah sampai kakbah sebelum mulai Tawaf Rasulullah memegang dan mencium hajar aswad. Setelah Tawaf Rasulullah pergi ke makam nabi Ibrahim serta membaca surat al-Baqarah ayat 125, yang berbunyi :
Artinya : “Dan ingatlah, ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman, dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat; Dan telah kami perinyahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang rukuk dan yang sujud”.
Setelah Rasulullah melakukan semua tata cara Haji, beliau pergi ke tempat pemotongan kurban, Rasulullah mengorbankan 100 ekor unta, 63 ekor diantaranya disembelih sendiri oleh beliau, 37 ekor sisanya disembelih oleh Ali bin Abi Talib. Selesai melaksanakan pemotongan qurban Rasulullah lalu mengendari untanya, berangkat menuju Masjidil Haram Mekkah untuk melaksanakan Tawaf ifadah yaitu tawaf rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Kemudian Rasulullah mendatangi rumah Bani Abdul Muthalib orang yang bertugas mengurusi air zamzam.
Menurut saya bab 5-7 : 5.PETUNJUK PRAKTIS MANASIK HAJI, 6. PERSIAPAN CALON JAMAAH HAJI, 7. JAMAAH HAJI KBIH AMANATUL UMMAH seseorang bila melakukan rukun islam yang ke empat yaitu  SYIAM (menurut Qaul Sheh) bisa membeli/membaca buku Sheh Sulhawi Rubba yang berjudul DAKWAH BIL-RIHLAH diterbitkan; Lembaga Riset dan Islamisasi (GARISI), apa lagi ikut jamaah haji atau daftarka diri ke pak Syeh Sulhawi Rubba pastinya akan ada bimbingan khusus dari  beliau.
SAFARI KE TANAH SUCI
Dalam kitab suci al-Qur’an surat Ali Imran ayat 97 yang berbunyi ;
Artinya ; “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."  Pada intinya bab ini adalah menjelaskan riwayat Sheh Sulhawi Rubba yang begitu besar niatanya uuntuk mewujudkan keinginannya dengan melakukan beberapa usaha menuju baitullah, hal kita patut teladani bahwa seseorang bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Didalam proses ke Baitullah pak Sheh Sulhawi sangat ingin mewujudkan impiannya yaitu pergi ke tanah suci, beliau dengan berbagai usaha gagal tapi beliau selalu mencoba dan berusaha terus menerus tak ada rasa putus asa, kegigihannya dan sifat tak punya rasa putus asa itu pak Sheh Sulhawa perlu kita tauladani.   




QURBAN DAN BENCANA ALAM
Pada taggal 17 November 2010 kita sebua wajib bersyukur karena kita telah mendapatkan karunia Ilahi yang berupa kesehatan jasmani dan ruhani serta kesempatan baik, untuk melaksanakan ibadah salat idul-adha dipagi hari ini, sejarah mencatat bahwa umat islam di Indonesi melaksanakan salat idul-adha berturut-turut selama tiga hari  yang mana jamaah Tarikat Naqsabandiyah, warga Muhammadiyah dan Hizbut-Tahrir telah melaksanakan salat idul-adha bersama-sama.
Di islam menganjurkan dan mewajibkan umat manusia yang beriman untuk bersodakoh materilis. Sodakoh materilis itu terbagi dalam berbagai istilah, antara lain disebut Kurban, Hadiah. Wakaf, Dam, Zakat, Aqiqah, Nazar, Infak, (KHUDZ ‘ANI) dan lain sebagainya. Perbedaan istilah tersebut adalah untuk membedakan masalah bentuknya, jumlahnya, waktunya, alamatnya, dan nilai sodakohnya.
Contohnya, sodakoh yang paling sederhana, seperti orang bersodakoh dengan memotong kambing. Ketika kambing dipotong pada hari raya idul-adha disebut Kurban, ketika anak lahir disebut Aqiqah, ketika membayar janjiatau hutang disebut Nazar, ketika melanggar aturan manasik haji disebut Dam.
MATERIALIS
SADAKAH
IMMATERIAL
TABEL RAGAM SADAKAH
1.      Kurban
2.      Hadiah
3.      Wakaf
4.      Dam
5.      Zakat
6.      Aqiqah
7.      Nazar
8.      Infak
9.      Dan lainya
1.      Tahlil
2.      Tahmid
3.      Tasbih
4.      Takbir
5.      Doa
6.      Nasehat
7.      Senyum
8.      Dukhul
9.      Dan lainya
 

                                                        








KESIMPULAN DAN PENUTUP
            Berdasarkan kajian pustaka dan pengalaman langsung ditanah suci, ditambah informasi dari para jamaah haji. Hasilnya dapat disimpulkan, bahwa antara “haji dan umrah” itu, sama tak serupa dan “serupa tak sebangun”. Kesamaannya, dalam hal melaksanakan perintah Allah pada kalimat “hijjul-bait”, yang bermakna mengunjungi Baitullah dan Tawaf di Kakbah. Sedangkan Perbedaannya dalam hal aktualisasi pengalaman keduanya.
Manasik haji itu adalah safari dakwah, yang waktunya ditentukan dari Syawal-Zulhijah (3 bulan). Sedangkan umrah itu, juga adalah safari dakwah yang waktunya diluar manasik haji. Bagi muslim Indonesia, waktu pelaksanaan program umrah itu, yaitu dari Muharam sampai Ramadan (9 bulan).
KARANGKA ILMU setiap muslim berkewajiban melaksanakan aktivitas dakwah Islam (Islamisasi) di tengah masyarakat, minimal di keluarganya sendiri. Atas dasar fatwa tersebut, maka sesungguhnys umst islam selama ini, telah melakukan kewajiban tersebut dengan aneka ragam bentuknya
HARAPAN  dalam kesempatan ini, telah diletakan pondasi dan kerangka salah satu displin ilmu yang berkaitan dengan masalah dakwah, yang disebut Metodologi Islamisasi dan Indonesiawi. Menyempurkan ilmu dakwah ini bagaikan membangun sebuah istana.
Dalam hal ini, penulis menyadari diri sendiri yang serba kekurangan, serba keterbatasan dan serba minimalis lainnya. Maka dengan itu, tergores sebuah harapan kepada para ulama dan cendikiawan muslim, yang bergelimang dalam aktivitas dakwah islam, seperti para akademis dan praktisi dakwah yang tergabung dalam Asosiasi Profesi Dakwah Islam (APDI).
Semoga apa yang saya lakukan dan saya kerjakan menjadi manfaat bagi saya dan bagi pembaca, apabila ada kekuranganya mohon maaf yang sebesar-besar.
  • Title : DAKWAH BIL-RIHLA
  • Labels :
  • Author :
  • Rating: 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

     

    About This Template