|
NAMA : M.ROBIUL NUR
KHAKIM
NIM : B01211017
JURS. : KPI/RETORIKA
TUGAS : RESUME DAKWAH BIL-RIHLA
|
MUKADDIMAH
Islam di Indonesia bagaikan dua sisi uang logam,
keduanya tidak bisa dipisahkan tapi harus dibedakan. Pada saat ini islam di
indonesia di permukaan bumi hampir 2 miliar orang. Dengan itu, berarti sekitar
15% dari muslim sedunia adalah Warga Neraga Indonesia yang berfilsafat
pancasila. Dengan ketentuan tersebut, jika saat ini jumlah WNI sebanyak 237 jiwa,
dengan 88% beragama Islam. Atas dasar informasi tersebut, bila mereka harus
menunggu haji dengan kurun waktu selama 9 tahun, maka calon jumlah jamaah haji
yang terdaftar dalam status waiting list (daftar tunggu). Berkaitan dengan
masalah tersebut, supaya umat Islam di Indonesia bisa dengan segera
melaksanakan semua rukun Islam secara sempurna. Salah satu solusinya adalah
perlu kajian ulang (revisi).
A.
Dasar Pilar Islam
Tentang rumusan rukun Islam yang dimaksud yaitu syahadat, Salat, Puasa, Zakat dan Haji bahwa
umat islam harus mengucapkan kalimat syahadat (pengakuan tiada Tuhan selain
Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah), melaksanakan ibadah salat, mengeluarkan
zakat, menunaikan manasik haji ke Baitullah dan melakukan puasa Ramadhan.
Dalam rumusan tersebut, ada dua pilar yang perlu
dikaji ulang, karena berkaitan dengan alih bahasa ke bahasa Indonesia yang
baku, yaitu kalimat “wa iitaail zakah dan
wa hijjul-bayt”. Kalimat wa iitaail zakah tersebut mengandung makna khudz
min amwaalihim shadaqah (QS. al.Taubah, 9:103), demikian pula kalimat wa
hijjul-bayt itu (QS. Ali Imran, 9:97). Kedua kalimat ini perlu terjemahan baru
dalam bahasa indonesia yaitu “Keharusan bersadakah dan mengunjungi baitullah
atau tawaf di Kakbah”. Atas dasaran tersebut msks rumusan secara singkat adalah
Syahadat, Salat, Zakat berubah menjadi Sadakah, haji/umrah berubah menjadi Safari/Tawaf dan Syiam/puasa.
RUMUSAN RUKUN ISLAM
|
NO.
|
QAUL
ULAMA
|
QAUL
NABI
|
QAUL
SHEH
|
|
1
|
Syahadat
|
Sahaadatain
|
Syahadat
|
|
2
|
Salat
|
Iqaamil-Shalah
|
Salat
|
|
3
|
Puasa
|
Itaail-Zakah
|
Sadakah
|
|
4
|
Zakat
|
Hijjul-Bayt
|
Safari/Tawaf
|
|
5
|
Haji
|
Shawma
Ramadhan
|
Siyam
|
B.
Zakat dan Sadakah
Istilah sadakah makna lebih luas dari pada zakat
karena sadakah bisa dilaksanakan setiap saat dan setiap hari sepanjang tahun.
Orang miskin bisa saja bersadakah kepada orang yang kaya, namanya adalah
hadiah. Salah satu contohnya ketika bupati atau wali kota punya hajat
menikahkan anaknya, saat resepsi pernikahan dia mengundang lurah atau kepala
desa dan para karyawan, kemudian para undangan memberika hadiah.
C.
Haji dan Tawaf
Istilah makna Tawaf sangat luas dari pada haji.
Tawaf adalah mengeliling Kakbah sebanyak 7 kali, maka pengguna istilah Tawaf
lebih luas dari istilah Haji dalam rumusan rukun Islam.
D.
Umrah Ramadhan
Bila para ulama dan umara sepakat dengan revisi
perumusan rukun islam tersebut, maka umat islam yang ingin menyempurnakan rukun
islam, tidak terikat lagi dengan rumusan istilah Haji yang wajib wukuf di
Arafah.
E.
Musafir Laillah
Para jamaah haji yang selama ini pernah ke tanah
suci, status mereka itu adalah musafir di Arab Saudi.
ISLAMISASI
MISI SEMUA NABI
Nabi muhammad SAW mengemban tugas suci sebagai
rasulullah tercatat dalam sejarah selama 23 tahun, 13 tahun di Mekkah dan 10
tahun di Madinnah. Beliau sukse menyampaikan ajaran islam di wilayah Arab dan
sekitarnya.
Sejara
Islamisasi, Islamisasi adalah yang
dilakukan umat islam sepanjang zaman di perbagai tempat, dengan menggunakan
berbagai macam cara yang dibenarkan aturan di tengah masyarakat tujuannya untuk
meningkatkan kuantitas dan kualitas kepribadian kaum muslimin.
Kesamaan ajaran beberapa agama tersebut, sebuah
indikasi yang bisa dijadikan fakta bahwa benar adanya ajaran islam yang
bersifat lokal dan nasional yang telah diajarkan para nabi dan rasul yang
dilahirkan di berbagai wilayah di permukaan bumi sebelum Nabi Muhammad SAW di
Mekkah pada 571 M. (53 SM).
Adapun perbedaan yang tampak adalah dalam hal akidah
dan tata cara ritulnya kepada Allah SWT. Ritual ibadah salat yang disyariatkan
islam lebih sempurna dibandingkan dengan cara ritual agama yang lainnya.
METODE
DAKWAH RASULLAH
Tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang diemban
Nabi Muhammad SAW sebagai nabi global, lebih besar dan lebih berat dibandingkan
dengan tugas para nabi dan rasul sebelumnya. Metode dakwah yang dilakukan nabi
Muhammad SAW antara lain dakwah bil-hikmah (baca QS. al-Nahl, 16:125), dalam
perjalanan 23 tahun nabi Muhammad SAW mengemban amanat islamisasi di tengah
masyarakat Arab, beliau sudah melakukan berbagai macam metode dakwah yaitu
dakwah bil hikmah, dakwah bil lisan, dakwah bil hijrah, dakwah bil yad, dakwah
bil qalam dll.
PERJALANAN
HAJI NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad setelah menempuh perjalanan jauh dari
mekkah ke madinnah, setelah sampai kakbah sebelum mulai Tawaf Rasulullah
memegang dan mencium hajar aswad. Setelah Tawaf Rasulullah pergi ke makam nabi
Ibrahim serta membaca surat al-Baqarah ayat 125, yang berbunyi :
Artinya : “Dan ingatlah, ketika Kami menjadikan rumah itu
(Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman, dan jadikanlah
sebagian maqam Ibrahim tempat shalat; Dan telah kami perinyahkan kepada Ibrahim
dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf,
yang rukuk dan yang sujud”.
Setelah Rasulullah melakukan semua tata cara Haji, beliau
pergi ke tempat pemotongan kurban, Rasulullah mengorbankan 100 ekor unta, 63
ekor diantaranya disembelih sendiri oleh beliau, 37 ekor sisanya disembelih
oleh Ali bin Abi Talib. Selesai melaksanakan pemotongan qurban Rasulullah lalu
mengendari untanya, berangkat menuju Masjidil Haram Mekkah untuk melaksanakan
Tawaf ifadah yaitu tawaf rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Kemudian
Rasulullah mendatangi rumah Bani Abdul Muthalib orang yang bertugas mengurusi
air zamzam.
Menurut saya bab 5-7 : 5.PETUNJUK
PRAKTIS MANASIK HAJI, 6. PERSIAPAN CALON JAMAAH HAJI, 7. JAMAAH HAJI KBIH
AMANATUL UMMAH seseorang bila melakukan rukun islam yang ke empat
yaitu SYIAM (menurut Qaul Sheh) bisa membeli/membaca buku Sheh Sulhawi
Rubba yang berjudul DAKWAH BIL-RIHLAH diterbitkan; Lembaga Riset dan Islamisasi
(GARISI), apa lagi ikut jamaah haji atau daftarka diri ke pak Syeh Sulhawi
Rubba pastinya akan ada bimbingan khusus dari
beliau.
SAFARI KE TANAH SUCI
Dalam
kitab suci al-Qur’an surat Ali Imran ayat 97 yang berbunyi ;
Artinya ; “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam
Ibrahim ; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia;
mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang
yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah . Barangsiapa mengingkari
(kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu)
dari semesta alam." Pada intinya
bab ini adalah menjelaskan riwayat Sheh Sulhawi Rubba yang begitu besar
niatanya uuntuk mewujudkan keinginannya dengan melakukan beberapa usaha menuju
baitullah, hal kita patut teladani bahwa seseorang bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Didalam proses ke
Baitullah pak Sheh Sulhawi sangat ingin mewujudkan impiannya yaitu pergi ke
tanah suci, beliau dengan berbagai usaha gagal tapi beliau selalu mencoba dan
berusaha terus menerus tak ada rasa putus asa, kegigihannya dan sifat tak punya
rasa putus asa itu pak Sheh Sulhawa perlu kita tauladani.
QURBAN
DAN BENCANA ALAM
Pada taggal 17 November 2010 kita sebua wajib
bersyukur karena kita telah mendapatkan karunia Ilahi yang berupa kesehatan
jasmani dan ruhani serta kesempatan baik, untuk melaksanakan ibadah salat idul-adha
dipagi hari ini, sejarah mencatat bahwa umat islam di Indonesi melaksanakan
salat idul-adha berturut-turut selama tiga hari
yang mana jamaah Tarikat Naqsabandiyah, warga Muhammadiyah dan
Hizbut-Tahrir telah melaksanakan salat idul-adha bersama-sama.
Di islam menganjurkan dan mewajibkan umat manusia
yang beriman untuk bersodakoh materilis. Sodakoh materilis itu terbagi dalam
berbagai istilah, antara lain disebut Kurban, Hadiah. Wakaf, Dam, Zakat,
Aqiqah, Nazar, Infak, (KHUDZ ‘ANI) dan lain sebagainya. Perbedaan istilah
tersebut adalah untuk membedakan masalah bentuknya, jumlahnya, waktunya,
alamatnya, dan nilai sodakohnya.
Contohnya, sodakoh yang paling sederhana, seperti
orang bersodakoh dengan memotong kambing. Ketika kambing dipotong pada hari
raya idul-adha disebut Kurban, ketika anak lahir disebut Aqiqah, ketika
membayar janjiatau hutang disebut Nazar, ketika melanggar aturan manasik haji
disebut Dam.
|
MATERIALIS
|
|
SADAKAH
|
|
IMMATERIAL
|
|
1. Kurban
2. Hadiah
3. Wakaf
4. Dam
5. Zakat
6. Aqiqah
7. Nazar
8. Infak
9.
Dan lainya
|
|
1. Tahlil
2. Tahmid
3. Tasbih
4. Takbir
5. Doa
6. Nasehat
7. Senyum
8. Dukhul
9.
Dan lainya
|
KESIMPULAN
DAN PENUTUP
Berdasarkan kajian pustaka dan
pengalaman langsung ditanah suci, ditambah informasi dari para jamaah haji.
Hasilnya dapat disimpulkan, bahwa antara “haji
dan umrah” itu, sama tak serupa dan “serupa
tak sebangun”. Kesamaannya, dalam hal melaksanakan perintah Allah pada
kalimat “hijjul-bait”, yang bermakna
mengunjungi Baitullah dan Tawaf di Kakbah. Sedangkan Perbedaannya dalam hal
aktualisasi pengalaman keduanya.
Manasik haji itu adalah safari dakwah, yang waktunya
ditentukan dari Syawal-Zulhijah (3 bulan). Sedangkan umrah itu, juga adalah
safari dakwah yang waktunya diluar manasik haji. Bagi muslim Indonesia, waktu
pelaksanaan program umrah itu, yaitu dari Muharam sampai Ramadan (9 bulan).
KARANGKA ILMU setiap muslim berkewajiban melaksanakan aktivitas
dakwah Islam (Islamisasi) di tengah masyarakat, minimal di keluarganya sendiri.
Atas dasar fatwa tersebut, maka sesungguhnys umst islam selama ini, telah
melakukan kewajiban tersebut dengan aneka ragam bentuknya
HARAPAN dalam
kesempatan ini, telah diletakan pondasi dan kerangka salah satu displin ilmu
yang berkaitan dengan masalah dakwah, yang disebut Metodologi Islamisasi dan
Indonesiawi. Menyempurkan ilmu dakwah ini bagaikan membangun sebuah istana.
Dalam hal ini, penulis menyadari diri sendiri yang
serba kekurangan, serba keterbatasan dan serba minimalis lainnya. Maka dengan
itu, tergores sebuah harapan kepada para ulama dan cendikiawan muslim, yang
bergelimang dalam aktivitas dakwah islam, seperti para akademis dan praktisi
dakwah yang tergabung dalam Asosiasi Profesi Dakwah Islam (APDI).
Semoga
apa yang saya lakukan dan saya kerjakan menjadi manfaat bagi saya dan bagi
pembaca, apabila ada kekuranganya mohon maaf yang sebesar-besar.
Rating:
100%
based on 10 ratings.
5 user reviews.



0 komentar:
Posting Komentar