twitter
googleplus
facebook

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF


KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah


“PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAI”





DISUSUN OLEH :

M.Robiul Nur Khakim (B01211017)
M.Charis Suhud             (B01211018)



Dosen Pembimbing :

Luluk Fikri Zuhriyah, Dra., M.Ag




UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
KONSENTRASI RETORIKA
FAKULTAS DAKWAH & ILMU KOMUNIKASI

SURABAYA
2014


BAB I PENDAHULUAN.

A.    Latar Belakang

Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting. Bukanhanya dalam kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan manusia secaraumum. Komunikasi merupakan hal yang esensial dalam kehidupan kita. Kitasemua berinteraksi dengan sesama dengan cara melakukan komunikasi.Komunikasi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana sampai yangkompleks, dan teknologi kini telah merubah cara manusia berkomunikasisecara drastis.Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka,melainkan bentuk dari apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yangmembenarkan hati, sikap badan, ungkapan minat, sikap dan perasaan yangsama. Diterimanya pengertian yang sama adalah merupakan kunci dalamkomunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang sama, maka
yang terjadi adalah “dialog antara orang satu”. Organisasi atau Organization bersumber dari kata kerja bahasa latin Organizare “to form as or into a whole consisting of interdependent or  coordinated parts (membentuk sebagai atau menjadi keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bergantung atau terkoordinasi). Organisasi adalah saranadimana manajemen mengkoordinasikan sumber bahan dan sumber dayamanusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.Tujuan organisasi tidak akan tercapai apabila tanpa manajemen dankomunikasi. Manajemen tidak akan mungkin ada tanpa organisasi.Manajemen ada, jika ada tujuan yang akan dicapai dan diselesaikan. Korelasiantara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yangterfokus pada manusia-manusia yng terlibat dalam mencapai tujuanorganisasi.Tujuan organisasi juga tidak terlepas dari peran pemimpin. Pemimpinyang baik adalah pemimpin yang mampu menguasai komunikasi dengan baik  pula.

Dengan penguasaan komunikasi yang baik seorang pemimpin memilikinilai tambah, baik dalam kehidupannya secara umum, maupun dalammengkontribusikan dirinya di tempat kerja, sehingga lebih produktif.Komunikasi juga dikatakan sebagai inti dari kepemimpinan.Kepemimpinan yang efektif dapat dicapai melalui proses komunikasi yangdilakukan oleh pemimpin kepada anggotanya. Visi pemimpin bisa saja bagus,namun tanpa komunikasi yang efektif, maka visi tersebut tidak akan pernahbisa terwujud. Dalam mengkomunikasikan visi, maka pemimpin harus bisamenyampaikan suatu gambaran di masa depan yang mendorong antusiasmeserta komitmen orang lain.







B. Rumusan masalah

Masalah yang dapat dirumu
skan dalam makalah ini adalah “
Apakah yangharus diperhatikan agar terwujud komunikasi yang
efektif?”

C. Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1.Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan agar mencapai komunikasiefektif.
2.Mengidentifikasi faktor-faktor dalam komunikasi efektif.

D. Manfaat penulisan

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :

1.      Untuk menambah wawasan kita tentang cara berkomunikasi yang efektif.
2.      Dapat mengetahui hal– hal yang dapat menambah wawasan dalamberkomunikasi.














BAB  II PEMBAHASAN.

A.    Pengertian komunikasi efektif 

Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikansama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune”, yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesanyang disampaikan.

B.     Syarat-syarat komunikasi efektif 

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
1.      Menciptakan suasana yang menguntungkan..
2.      M enggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti..
3.      Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
4.      Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapatmenguntungkannya.
5.      Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.

C.    Hukum komunikasi efektif 

Ada lima hukum komunikasi yang efektif yang terangkum dalam kata REACH:

Ø  Hukum Respect

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yangkita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukumyang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlahbahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jikakita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kitamembangun komunikasi dengan rasa sikap saling menghargai danmenghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkansinergi yang akan meningkatkan efektivitas kinerja kita baik sebagaiindividu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim, bahkan menurutmahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friendsand Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsipdasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikanpenghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan “Prinsip paling dalam pada sifatdasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai”.
Dia mengatakan inisebagai sebuah kebutuhan (bukan harapan atau keinginan yang bisaditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah susturasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauhCarnegie mengatakan bahwa setiap invidu yang dapat memuaskankelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaanAmerika yang terdapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakanbahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalammembangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-halterbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus.
Ø  Hukum Empathy

Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kitapada situasi atau kondisi yang dihadapi orang lain. Salah satu prasyaratutama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan dan mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan ataudimengerti orang lain. Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangatefektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti:

“Seek First to Understand – understand then be understood to build theskills of empathetic listening that inspires openness and trust”, kata Covey. Inilah yang disebutnya dengan komunikasi Empatik. Denganmemahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapatmembangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalammembangun kerjasama atau sinerja dengan orang lain.Rasa empati akanmemampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengancara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver)menerimanya. Olehkarena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapatempati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapandan kesenangan dari konsumen.Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnyakomunikasi dalam membentuk kerjasama tim. Kita perlu salingmemahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasaempati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akanmembangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalammembangun teamwork. Jadi sebelum kita membangun komunikasi ataumengirimkan pesan , kita perlu mengerti dan memahami dengan empaticalon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapattersampaikan tanpa ada halangan psikologi atau penolakan penerima.Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar danberikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang posotif. Banyak sekali dari kita yang tidak maumendengar saran, masukan, apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensidari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akanefektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arusbalik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasipemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensiatau penerima pesan.

Ø  Hukum  Audible

Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengertidengan baik. Jika empati kita harus mendengar terlebih dahulu ataupunmampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesanyang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum inimengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau deliverychannel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerimapesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakanberbagai media maupun perlengkapan atau alat Bantu audio visual yangakan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima denganbaik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikandengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Ø  Hukum Clarity

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, makahukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itusendiri sehingga tidak menimbulkan multi interprestasi atau berbagaipenafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, halini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkankorespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesanyang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.Clarity dapat pula berarti keterbukaan dantrasparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikapterbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapatmenimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota timkita. Karena tanpa keterbukaan akan menimbulkan sikap saling curiga danpada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.

Ø  Hukum Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalahsikap rendah hati. Rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Sikap inimerupakan unsur yang terkait dengan hukum yang pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikaprendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati pada intinya mencakuppengertian:

a.       Sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer FirstAttitude).
b.      Sikap menghargai.
c.       Mau mendengar dan menerima kritik.
d.      Tidak sombong dan tidak memandang rendah orang lain.
e.       Berani mengakui kesalahan.
f.       Rela memaafkan.
g.      Lemah lembut dan penuh pengendalian diri.
h.      Mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorangkomunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringanhubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect),karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yangsaling menguntungkan dan menguatkan.






BAB  III PENUTUP.

Kesimpulan

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan prosestransformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesansesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasanilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah lakumenjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawabterhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran,sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuanberkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yangefektif.
Dalam berkomunikasi sebaiknya dilakukan oleh dua orang atau lebihdengan menggunakan bahasa yang baik,sopan dan apabila menggunakanbahasa tubuh, gunakan bahasa tubuh yang sopan dan tidak membuat temanyang berkomunikasi kita tersinggung dengan perkataan dan gerak tubuh kita.


















DAFTAR PUSTAKA

Cruden dan Sherman, dalam bukunya, 1976, Personel ManagementR. Wayne Pace dan Don F. Faules. 2006.
Komunikasi Organisasi; strategimeningkatkan kinerja perusahaan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Stoner, James A.F., 1996, Manajemen, Erlangga, JakartaApplbaum, Ronald L, 1974, Strategies for Persuasive Communication, Charles E.Merril Publishing Company, Columbus, Ohio.
www.komunikasiefektif.com
  • Title : KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
  • Labels :
  • Author :
  • Rating: 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
  • 1 komentar:

     

    About This Template