twitter
googleplus
facebook

Malam Lailatul Qodar



Malam Lailatul Qodar
Assalamualaikum wr.wb

Alkhamdulillahirobbil A’lamin Washolatu Wassalamu a’la asrofil ambiyai walmursalin Syaidina Muhammadin Wa’alaalihi Wasobbighi Ajma’in Ammabaadu.


Hadirin yang saya hormati............. para kyai-kyai dan Ustadza-Ustadza dan yang saya hormati bapak ibu yang belum jadi kyai tapi perilakunya sudah seperti kyai.......

Para hadirin yang saya hormati, apakah malam Lailatul Qodar itu?

Lailatul qadar (malam ketetapan)  adalah malam yang ditetapkan Allah bagi umat Islam. Ada dua pengertian mengenai maksud malam tersebut. Pertama, lailatul qadar adalah malam kemuliaan. Kedua, menurut Syaikh Muhammad Abduh keturunan bangsa Turki yang mempunyai salasilah dari perhubungan dengan Saidina Umar bin al-Khattab r.a yang mana beliau seorang pakar undang-undang berbangsa mesir, ilmuan agama, dan reformis pendidikan melalui pengislahan dalam sistem pendidikanbeliau memaknai dari kata-kata Qadar yaitu Takdir, baliau berpendapat demikian , karena Allah SWT, pada malam itu mentakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah untuk Nabi-Nya, dalam menyeru umat manusia ke jalan yang benar. Khittah yang dijalani itu, sekaligus melepaskan umat manusia dari kerusakan dan kehancuran yang waktu itu sedang membelenggu mereka. (hasbi Ash-Shiddieqy, 1996:247) Kedua makna ini adalah maksud dari lailatul qadar.
Lailatul qadar adalah waktu penetapan takdir sebagaimana firman Allah, surat Ad Dukhan ayat 4:
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Artinya : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhon: 4).
Qotadah berkata, “Yang dimaksud adalah pada malam lailatul qadar ditetapkan takdir tahunan.”  (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil).

Para hadirin yang saya hormati...........................

Apakah keutaman-keutaman Lailatul Qodar itu?
Di antara keutamaan lailatul qadar adalah siapa saja yang shalat lail (tarawih) di malam itu atas dorongan keimanan dan mengharap pahala/ridho Allah, maka semua dosanya yang telah lalu akan Allah ampuni. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barangsiapa yang shalat pada lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Dan barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. (HR. Al-Bukhari no. 1768 dan Muslim no. 1268)
Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala beritakan bahwa pada malam tersebut para malaikat dan malaikat Jibril turun. Hal ini menunjukkan betapa mulia dan pentingnya malam tersebut, karena tidaklah para malaikat itu turun kecuali karena perkara yang besar. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mensifati malam tersebut dengan firman-Nya, QS. Al Qadr ayat 5 :

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya : “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qadr: ayat 5)

Para hadirin yang saya hormati...........................

A.    Pertama: Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan
Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud lebih baik dari seribu bulan adalah malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan, yaitu untuk amalan, puasa, dan shalat malam yang dilakukan ketika itu lebih baik dari seribu bulan.
Mujahid juga berkata bahwa lailatul qadar itu lebih baik dari 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. Pendapat ini juga menjadi pendapat Qotadah bin Da'amah dan Imam Syafi'i. (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 7: 609).
Jika ibadah dalam lailatul qadar sama dengan ibadah di seribu bulan lamanya, maka ada keutamaan mendirikan shalat malam ketika itu sebagaimana disebutkan dalam hadits muttafaqun 'alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760).
B.     Kedua: Malaikat turun pada malam tersebut membawa keberkahan dan rahmat
Allah Ta'ala berfirman,
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. "
Malaikat ketika malam penuh kemuliaan tersebut turun ke muka bumi. Itu menandakan bahwa malam tersebut banyak keberkahan. Malaikat setiap kali turun tentu membawa keberkahan dan rahmat. Sebagaimana malaikat membawa keberkahan ketika mendatangi halaqoh ilmu. Sampai-sampai mereka meletakkan sayapnya karena ridho pada penuntut ilmu.
Sedangkan yang dimaksud dengan "ar ruh" dalam surat Al Qadr adalah malaikat Jibril. Penyebutan Jibril di situ adalah penyebutan khusus setelah sebelumnya disebutkan mengenai malaikat secara umum.
Sedangkan maksud "min kulli amr" dalam ayat tersebut adalah bahwa ketika itu datang keselamatan atau kesejahteraan untuk setiap urusan (perkara).
C.     Ketiga: Setan tidak bisa bertingkah jahat pada malam Lailatul Qadar
Allah Ta'ala berfirman,
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." Yang dimaksud di sini adalah pada malam tersebut penuh dengan keselamatan. Mujahid berkata bahwa setan tidak bisa melakukan kejelekan atau mengganggu manusia pada malam tersebut. Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 7: 610.
Ibnu Zaid dan Qotadah berkata bahwa pada malam lailatul qadar hanya ada kebaikan saja, tidak ada kejelekan hingga terbit fajar. Lihat idem, 7: 611.
D.    Keempat: Pada malam tersebut ditetapkan takdir ajal dan rezeki
Ketika menafsirkan ayat terakhir, Ibnu Katsir membawakan perkataan Qotadah dan ulama lainnya bahwasanya pada lailatul qadar diatur berbagai macam urusan. Ketika itu ajal dan berbagai rezeki ditetapkan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam ayat lainnya,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Ad Dukhon: 4).
E.     Kelima: Keselamatan dan rahmat bagi yang menghidupkan lailatul qadar di masjid
Asy Sya'bi berkata mengenai ayat,
مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
"Untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar", yaitu kata beliau bahwa keselamatan dan malaikat datang pada malam tersebut bagi ahli masjid, itu berlangsung hingga datang fajar (Shubuh). Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 7: 610.
Syaikh As Sa'di rahimahullah berkata, "Berbagai hadits yang mutawatir membicarakan tentang keutamaan lailatul qadar dan dijelaskan bahwa malam tersebut terdapat di bulan Ramadhan. Malam tersebut terdapat di sepuluh hari terakhir terkhusus pada malam-malam ganjil. Malam penuh kemuliaan itu tetap terus ada setiap tahunnya hingga hari kiamat. Karena kemuliaan malam tersebut, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan i'tikaf dan memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dengan melakukan hal itu, beliau berharap bisa berjumpa dengan lailatul qadar." (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 931).


Para hadirin yang saya hormati...........................

Tanda Malam Qadar.
A.    Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi.  Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)
B.     Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

C.     Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.


D.    Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150)


Para hadirin yang saya hormati...........................

Perlu hadirin ketahui bahwa sepertiga akhir bulan ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan & keutamaan serta pahala yang amat berlimpah. Di malam sepertiga bulan ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Dahulu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan amalan-amalan melebihi waktu lainnya. Sebagaimana yang istri beliau Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah katakan :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

 Aisyah radhiyallahu ‘anha juga berkata :

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ


“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’,pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Maka sudah seharusnya kita mengikuti apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam disepertiga malam terakhir bulan ramadhan, agar kita lebih dekat dengan Allah SWT dan memperoleh kemuliaan atau keutamaan malam Lailatul Qadar.

Berikut adalah Ciri-ciri orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar.
  1. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, pada malam itu ia akan melihat seluruh benda dan makhluk dimuka bumi ini bersujud kepada Allah SWT. 
  2. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan melihat semua dengan terang benderang dalam kegelapan malam. 
  3. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan mendengar salam malaikat dan semua tutur katanya. 
  4. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan dikabulkan doa-doanya. 
  5. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.


Wabillahitaufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh


REFRENSI :

Ø  Sinopsis Mukzijat Lailatul Qodar : menemukan barkah pada malam lailatul qodar buku Arif M.Riswanto, penerbit: Mizani
Ø  Al-Qur’an dan Terjemah
Ø www.google.com

  • Title : Malam Lailatul Qodar
  • Labels :
  • Author :
  • Rating: 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
  • 13 komentar:

    1. monggo guys dicomentari....dan menerima krikitikan

      BalasHapus
    2. lanjutkan dalam berdakwah bos.....
      tiada yang ga mungkin di dunia ini.

      BalasHapus
    3. keren brother....lanjutkan ya amalan seperti itu...you can do it...

      BalasHapus
    4. Sip bro. Tinggal penulisannya diperhatikan lagi, mgkin ada yg krg lengkap, atau tidak sesuai dengan tulisan arabnya.

      BalasHapus
    5. kereeeen.. ditunggu postingan berikutnya sob.. :) jgn lupa comment di blog ane yee... www.sasipean.blogspot.com

      BalasHapus
    6. asbabun Nuzule kurang. klo ada bagus.
      overall YES

      BalasHapus
    7. kereeen,,.,
      di tunggu postingan yang lainn ya Ustad.. :)

      BalasHapus
    8. Malam Lailatul Qodar adalah malam yg lebih baik dari malam2 yg lain..
      semoga kita semua masuk dalam kategori org2 yg menerima keistimewaan itu...

      lanjutkan dakwahmu kawan...

      BalasHapus
    9. siiiiip
      terus berkarya n istiqomah berdakwah

      BalasHapus
    10. baguzzzz....
      smoga bz teramalkan... :)

      BalasHapus

     

    About This Template