Malam Lailatul Qodar
Assalamualaikum
wr.wb
Alkhamdulillahirobbil
A’lamin Washolatu Wassalamu a’la asrofil ambiyai walmursalin Syaidina
Muhammadin Wa’alaalihi Wasobbighi Ajma’in Ammabaadu.
Hadirin yang
saya hormati............. para kyai-kyai dan Ustadza-Ustadza dan yang saya
hormati bapak ibu yang belum jadi kyai tapi perilakunya sudah seperti
kyai.......
Para hadirin yang saya hormati, apakah malam Lailatul Qodar itu?
Lailatul qadar (malam ketetapan) adalah malam yang ditetapkan Allah bagi umat
Islam. Ada dua pengertian mengenai maksud malam tersebut. Pertama, lailatul qadar adalah malam kemuliaan. Kedua, menurut Syaikh Muhammad Abduh keturunan bangsa Turki yang mempunyai salasilah
dari perhubungan dengan Saidina Umar bin
al-Khattab r.a
yang mana beliau seorang pakar undang-undang berbangsa mesir, ilmuan
agama, dan reformis pendidikan melalui pengislahan dalam sistem pendidikanbeliau
memaknai dari kata-kata Qadar yaitu
Takdir, baliau berpendapat demikian , karena Allah SWT, pada malam itu
mentakdirkan agama-Nya dan menetapkan khittah untuk Nabi-Nya, dalam menyeru
umat manusia ke jalan yang benar. Khittah yang dijalani itu, sekaligus
melepaskan umat manusia dari kerusakan dan kehancuran yang waktu itu sedang
membelenggu mereka. (hasbi Ash-Shiddieqy, 1996:247) Kedua makna ini adalah
maksud dari lailatul
qadar.
Lailatul qadar adalah waktu penetapan takdir
sebagaimana firman Allah, surat Ad Dukhan ayat 4:
فِيهَا
يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Artinya : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
(QS. Ad Dukhon: 4).Qotadah berkata, “Yang dimaksud adalah pada malam lailatul qadar ditetapkan takdir tahunan.” (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil).
Para
hadirin yang saya hormati...........................
Di antara keutamaan lailatul qadar adalah siapa
saja yang shalat lail (tarawih) di malam itu atas dorongan keimanan dan
mengharap pahala/ridho Allah, maka semua dosanya yang telah lalu akan Allah
ampuni. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam beliau bersabda:
لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang shalat pada lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Dan barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. (HR. Al-Bukhari no. 1768 dan Muslim no. 1268)
Demikian
pula Allah subhanahu wa ta’ala beritakan bahwa pada malam tersebut para
malaikat dan malaikat Jibril turun. Hal ini menunjukkan betapa mulia dan
pentingnya malam tersebut, karena tidaklah para malaikat itu turun kecuali
karena perkara yang besar. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mensifati malam
tersebut dengan firman-Nya, QS. Al Qadr ayat 5 :
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya
: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al
Qadr: ayat 5)
Para
hadirin yang saya hormati...........................
A.
Pertama: Lailatul
Qadar lebih baik dari seribu bulan
Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud lebih baik
dari seribu bulan adalah malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan, yaitu
untuk amalan, puasa, dan shalat malam yang dilakukan ketika itu lebih baik dari
seribu bulan.
Mujahid juga berkata bahwa lailatul qadar itu lebih
baik dari 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. Pendapat ini juga
menjadi pendapat Qotadah bin Da'amah dan Imam Syafi'i. (Tafsir Al Qur'an Al
'Azhim, 7: 609).
Jika ibadah dalam lailatul qadar sama dengan ibadah
di seribu bulan lamanya, maka ada keutamaan mendirikan shalat malam ketika itu
sebagaimana disebutkan dalam hadits muttafaqun 'alaih, dari Abu
Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam
atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah
lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760).
B.
Kedua: Malaikat turun pada malam
tersebut membawa keberkahan dan rahmat
Allah Ta'ala berfirman,
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ
رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan
izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. "
Malaikat ketika malam penuh kemuliaan tersebut
turun ke muka bumi. Itu menandakan bahwa malam tersebut banyak keberkahan.
Malaikat setiap kali turun tentu membawa keberkahan dan rahmat. Sebagaimana
malaikat membawa keberkahan ketika mendatangi halaqoh ilmu. Sampai-sampai
mereka meletakkan sayapnya karena ridho pada penuntut ilmu.
Sedangkan yang dimaksud dengan "ar ruh"
dalam surat Al Qadr adalah malaikat Jibril. Penyebutan Jibril di situ adalah
penyebutan khusus setelah sebelumnya disebutkan mengenai malaikat secara umum.
Sedangkan maksud "min kulli amr"
dalam ayat tersebut adalah bahwa ketika itu datang keselamatan atau
kesejahteraan untuk setiap urusan (perkara).
C.
Ketiga: Setan tidak bisa bertingkah
jahat pada malam Lailatul Qadar
Allah Ta'ala berfirman,
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ
الْفَجْرِ
"Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Yang dimaksud di sini adalah pada malam tersebut penuh dengan keselamatan.
Mujahid berkata bahwa setan tidak bisa melakukan kejelekan atau mengganggu
manusia pada malam tersebut. Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 7: 610.
Ibnu Zaid dan Qotadah berkata bahwa pada malam
lailatul qadar hanya ada kebaikan saja, tidak ada kejelekan hingga terbit
fajar. Lihat idem, 7: 611.
D.
Keempat: Pada malam tersebut
ditetapkan takdir ajal dan rezeki
Ketika menafsirkan ayat terakhir, Ibnu Katsir
membawakan perkataan Qotadah dan ulama lainnya bahwasanya pada lailatul qadar
diatur berbagai macam urusan. Ketika itu ajal dan berbagai rezeki ditetapkan.
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam ayat lainnya,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."
(QS. Ad Dukhon: 4).
E.
Kelima: Keselamatan dan rahmat bagi
yang menghidupkan lailatul qadar di masjid
Asy Sya'bi berkata mengenai ayat,
مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ
الْفَجْرِ (5)
"Untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan
sampai terbit fajar", yaitu kata beliau bahwa keselamatan dan
malaikat datang pada malam tersebut bagi ahli masjid, itu berlangsung hingga
datang fajar (Shubuh). Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 7: 610.
Syaikh As Sa'di rahimahullah berkata,
"Berbagai hadits yang mutawatir membicarakan tentang keutamaan
lailatul qadar dan dijelaskan bahwa malam tersebut terdapat di bulan Ramadhan.
Malam tersebut terdapat di sepuluh hari terakhir terkhusus pada malam-malam
ganjil. Malam penuh kemuliaan itu tetap terus ada setiap tahunnya hingga hari
kiamat. Karena kemuliaan malam tersebut, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
melakukan i'tikaf dan memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir
bulan Ramadhan. Dengan melakukan hal itu, beliau berharap bisa berjumpa dengan lailatul
qadar." (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 931).
Para
hadirin yang saya hormati...........................
Tanda Malam Qadar.
A. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu
Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ
القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ
الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul qadar adalah malam yang
penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada
pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath
Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)
B.
Malaikat menurunkan ketenangan
sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam
beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
C.
Manusia dapat melihat malam ini
dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
D.
Matahari akan terbit pada pagi
harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh
hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip
bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah
II/149-150)
Para
hadirin yang saya hormati...........................
Perlu hadirin ketahui bahwa
sepertiga akhir bulan ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan
& keutamaan serta pahala yang amat berlimpah. Di malam sepertiga bulan
ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul
Qadar. Dahulu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh
untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan amalan-amalan melebihi
waktu lainnya. Sebagaimana yang istri beliau Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu
‘anha pernah katakan :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)
Aisyah radhiyallahu ‘anha juga berkata :
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’,pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim).
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)
Aisyah radhiyallahu ‘anha juga berkata :
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’,pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Maka sudah seharusnya kita mengikuti
apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam disepertiga
malam terakhir bulan ramadhan, agar kita lebih dekat dengan Allah SWT dan
memperoleh kemuliaan atau keutamaan malam Lailatul Qadar.
Berikut adalah Ciri-ciri orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar.
Berikut adalah Ciri-ciri orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar.
- Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, pada malam itu ia akan melihat seluruh benda dan makhluk dimuka bumi ini bersujud kepada Allah SWT.
- Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan melihat semua dengan terang benderang dalam kegelapan malam.
- Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan mendengar salam malaikat dan semua tutur katanya.
- Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan dikabulkan doa-doanya.
- Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.
Wabillahitaufik
wal hidayah
Wassalamu’alaikum
warahmatulahi wabarakatuh
REFRENSI :
Ø Sinopsis Mukzijat Lailatul Qodar : menemukan barkah pada
malam lailatul qodar buku Arif M.Riswanto, penerbit: Mizani
Ø Al-Qur’an dan Terjemah
Ø www.google.com
Rating:
100%
based on 10 ratings.
5 user reviews.




monggo guys dicomentari....dan menerima krikitikan
BalasHapuslanjutkan dalam berdakwah bos.....
BalasHapustiada yang ga mungkin di dunia ini.
keren brother....lanjutkan ya amalan seperti itu...you can do it...
BalasHapusSip bro. Tinggal penulisannya diperhatikan lagi, mgkin ada yg krg lengkap, atau tidak sesuai dengan tulisan arabnya.
BalasHapuskereeeen.. ditunggu postingan berikutnya sob.. :) jgn lupa comment di blog ane yee... www.sasipean.blogspot.com
BalasHapusasbabun Nuzule kurang. klo ada bagus.
BalasHapusoverall YES
(y)
BalasHapussmoga bermanfaat
kereeen,,.,
BalasHapusdi tunggu postingan yang lainn ya Ustad.. :)
good..keep writing bro..:)
BalasHapusMalam Lailatul Qodar adalah malam yg lebih baik dari malam2 yg lain..
BalasHapussemoga kita semua masuk dalam kategori org2 yg menerima keistimewaan itu...
lanjutkan dakwahmu kawan...
siiiiip
BalasHapusterus berkarya n istiqomah berdakwah
baguzzzz....
BalasHapussmoga bz teramalkan... :)
semangat dan terus berkarya
BalasHapus